Manusia Hebat Tidak Pernah Mengeluh

Seorang guru bertemu secara kebetulan dengan bekas muridnya yang sekarang berusia duapuluhan. Murid tersebut menceritakan kepada gurunya tentang apa yang dia kerjakan sekarang. Dia berujar “Saya senang anda pernah menjadi guru saya.” Spontan guru tersebut merasa tersanjung tapi juga penasaran . Guru itu heran, apa saja yang diingat murid tersebut setelah sekian tahun lulus. Karenanya itu guru tersebut bertanya kenapa. Murid tersebut menjawab dengan senyum simpul di wajahnya, dia berkata karena hidup itu sulit, bahwa hal yang sederhana itu telah menolongnya melalui titik-titik sulit dalam kehidupannya sejak meninggalkan bangku SMU. Kemudian dia mengingatkan guru tersebut mengenai saat pertama kali dia mendengarkan hal tersebut dari gurunya, yang membuatnya memiliki mental bahwa manusia hebat tidak pernah mengeluh.

Manusia Hebat tidak pernah mengeluh

Waktu itu murid tersebut baru masuk ke dalam salah satu kelas pelajaran Geografi guru tersebut. Guru itu memberikan sebuah tugas khusus yang cukup sulit tentang letak suatu kota dan negara. Setelah separuh waktu berjalan, seorang murid mengeluh bahwa ini tugas yang sulit. Guru tersebut merespon dengan perkataan bahwa hidup memang sulit. Lalu pelajaran dilanjutkan dengan diskusi yang seru tentang filosofi kehidupan kerja keras, penderitaan, kesenangan, dan kesuksesan. Sekarang setelah bertahun-tahun kemudian, orang yang dulunya murid ini mungkin tidak tahu dimana ibukota Malaysia, tapi dia tahu hidup itu sulit. Lebih penting lagi dia dapat menerimanya dan paham bahwa manusia hebat tidak pernah mengeluh.

Sekali kita menerima fakta bahwa hidup itu sulit kita mulai tumbuh. Kita mulai memahami bahwa setiap masalah adalah juga kesempatan. Ini membuat kita menggali lebih dalam dan menemukan apa yang bisa kita perbuat. Kita mulai menerima beragam tantangan kehidupan. Jangan sampai membiarkan kesusahan hidup mengalahkan kita, namun justru kita sambut mereka sebagai ujian terhadap karakter kita. Manfaatkan semua kesulitan tersebut sebagai senjata untuk bangkit untuk menghadapi kehidupan.

Pada waktu yang sama kita perlu tahu bahwa dunia mencekoki kita setiap hari dengan pesan yang sangat berlawanan. Sebut saja teknologi yang menyediakan bagi kita kehidupan semudah meneekan tombol. Kita bisa membuka pintu garasi, memasak makan malam, mencuci pakaian, menyaksikan program acara TV favorit dan membayar kredit hanya dengan menekan tombol saja. Bahkan sebagai tambahan, kita diberi pesan berulang kali bahwa ada cara yang cepat dan mudah untuk mengerjakan apa saja. Memang kemajuan teknologi sangat membantu kita untuk melakukan banyak hal dengan lebih mudah, namun kita harus memanfaatkan semua itu untuk membantu kita menghadapi semua kesulitan hidup. Karena manusia hebat tidak pernah mengeluh.

Artikel Terkait

About the Author: Triana Ambarwati S.Psi

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 − eight =