Kehidupan Selalu Adil Jika Temukan Maknanya

Wlaupun kadangkala sulit untuk memaknainya, namun sebenarnya kehidupan selalu adil. Pada tahun 1981 harold kusher menggambarkan dirinya sendiri sebagai yang disakiti di kehidupan. Menulis sebuah artikel untuk mereka yang juga tersakiti dan layak mendapat yang lebih baik jika kehidupan itu adil. Artikel tersebut berjudul when bad things happen to good people. Buku ini menjadi buku yang paling banyak dibaca pada tahun delapan puluhan ini merupakan hal klasik karena berhubungan dengan pertanyaan tertua dan universal, kenapa? Atau lebih tepatnya kenapa saya? Kusher mempunyai setiap alasan untuk mengajukan pertanyaan seperti itu. Anak laki lakinya Aaron didiagnosis sejak berusia tiga tahun mengidap penyakit progreria penyakit cepat tua. Anak itu menderita secara fisik sedangkan keluarganya menderita secara emosional dan dia meninggal pada usia empat belas tahun, Kusher maupun keluarganya berhak mendapatkan yang lebih baik.

kehidupan selalu adil.

Sayangnya memang dirasakan kehidupan tidak selalu adil dan ini mungkin merupakan fakta paling menyakitkan yang harus kita pelajari dan paling sulit kita terima. Hal hal buruk menimpa orang orang yang tidak pantas menderita karenanya. Sebaliknya kegembiraan tercurah kepada orang orang jahat sama seperti ia menyinari orang orang yang tidak layak mendapatkannya. Kepada orang orang jahat sama seperti ia menyinari orang orang baik dan tercurah baik kepada kejujuran maupun kebohongan. Tidak heran kita mendengar diri sendiri terucap. Ini tidak adil kadang kadang sangat sulit memahami dunia ini, dan pasti tidak akan setuju jika kehidupan selalu adil.

Bukan berarti bahwa kita harus selalu menyatakan ketika tragedi menimpa kita diharapkan berkata OK ini hanyalah gigitan kecil dan tetap bergembira dan meneruskan yang mampu untuk melakukannya. Pada sisi ekstrim yang lain kita tidak dapat memimpikan penderitaan tersebut akan dapat dihilangkan begitu saja. Apa yang bisa kita lakukan adalah mengatasinya dengan lebih efektif. Seperti yang ditulis tim Hansel dalam artikelnya sangat bagus you gotta keep dancin (anda harus terus menari) penderitaan itu tak kan terelakkan tapi kesengsaraan adalah pilihan kita untuk dapat menghindari kesengsaraan itu dengan mengembangkan cara cara konstruktif dalam menghadapi penderitaan hidup kita. Kita dapat memutuskan bahwa kita tidak akan membiarkan penderitaan menghancurkan kita bahwa kita akan menerimanya sebagai kenyataan hidup dan bahkan berkembang

Benjamin Franklin juga menuliskan bahwa hal hal yang menyakitkan adalah pelajaran. Mungkin karena itulah yang sering dikatakan bahwa beberapa pelajaran kehidupan yang dikatakan paling menyakitkan adalah juga yang paling berharga. Hal terpenting yang bisa kita lakukan pada saat menderita fisik atau emosional adalah menemukan hikmah di dalamnya. Penderitaan itu mengajarkan sesuatu kepada kita akan muncul sebagai orang yang lebih bijaksana dan kuay. Sukses yang sebenarnya dalam kehidupan kita sebagian besar ditentukan oleh bagaimana kita bersikap atau menghadapinya apakah kita tenggelam atau tumbuh karnanya apakah kita menyerah atau memenangkannya. Walaupun sulit untuk diterima namun mari kita belajar untuk berkata bahwa kehidupan selalu adil.

Artikel Terkait

About the Author: Triana Ambarwati S.Psi

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fourteen − five =

WhatsApp chat WhatsApp Kami